Keajaiban Pasukan Pertahanan Perang Dalam Tubuh Manusia, Menunjukkan Kebesaran Sang Pencipta

Go down

Keajaiban Pasukan Pertahanan Perang Dalam Tubuh Manusia, Menunjukkan Kebesaran Sang Pencipta

Post by Admin on Fri Mar 02, 2012 1:30 pm

Sistem pertahanan tubuh adalah suatu sistem terpenting, yang
terus-menerus melakukan kegiatan dan tidak pernah melalaikan tugasnya.
Sistem ini melindungi tubuh siang dan malam dari semua jenis penyerang.

Ia bekerja dengan penuh ketekunan, layaknya pasukan tempur berperalatan lengkap, bagi tubuh yang dilayaninya.

Sekitar 250 tahun lalu, dengan ditemukannya mikroskop, para ilmuwan
mendapati bahwa kita hidup bersama banyak makhluk kecil, yang tidak
dapat kita lihat dengan mata telanjang.

Makhluk ini ada di mana-mana, dari udara yang kita hirup, sampai benda
apa pun yang bersinggungan dengan permukaan tubuh kita. Juga ditemukan
bahwa makhluk-makhluk ini berpenetrasi memasuki tubuh manusia.

Meski keberadaan musuh ini ditemukan dua setengah abad lalu, sebagian
besar rahasia "sistem pertahanan" yang bertempur dengan gigih belumlah
tersingkapkan. Begitu ada benda asing memasuki tubuh, secara spontan
sistem molekular tubuh ini diaktifkan.

Dengan rancangan strategi hebat, ia menyatakan perang mati-matian
melawan musuh. Kalau kita lihat sekilas cara kerja sistem ini, tampak
bahwa setiap tahapan berlangsung berdasarkan suatu rencana yang sangat
cermat.

Sistem pertahanan tubuh tidak pernah tidur atau letih sedikitpun, kalau
itu terjadi walaupun satu detik saja, ribuan bahkan mungkin jutaan
penyakit, virus dan bakteri akan masuk kedalam tubuh kita tanpa adanya
penghalang atau pencegahnya.

Rentang satu detik yang melambangkan selang waktu sangat pendek dalam
keseharian kita. Namun berjalan sangat lama bagi kebanyakan sistem dan
organ yang bekerja dalam tubuh kita.

Jika semua kegiatan yang dilaksanakan oleh semua organ, jaringan dan sel
tubuh dalam satu detik itu dituliskan, hasilnya tak terbayangkan, di
luar batasan pikiran manusia.


Ilustrasi gambar di atas menunjukan bahwa di dalam nodus limfa, pecah
pertempuran antara penyerang tubuh dan pasukan pertahanan.

Ketika bakteri masuk melalui saluran limfatis (1), makrofag menelan
sebagian penyerang itu (2), menghancurkannya, dan menunjukkan penanda
identitas bakteri itu di permukaannya sendiri.

Pesan kimiawi ini diberikan untuk semacam sel darah putih yang dikenal
sebagai sel T penolong (3), yang menanggapi dengan memperbanyak (4) dan
melepaskan pesan kimia yang memanggil lebih banyak pasukan ke bagian itu
(5).

Sel T lain memberi isyarat kepada sel B untuk turun ke kancah
pertempuran (6). Sebagian sel B mulai bereproduksi (7), dan sel-sel baru
ini menyimpan informasi untuk membantu tubuh memerangi musuh yang sama
di kemudian hari (Cool.

Sel B lain mengeluarkan ribuan antibodi setiap detik (9), memaksa
bakteri menggumpal (10). Selanjutnya makrofag menyapu habis, menelan
gumpalan bakteri sementara molekul protein tertentu dan antibodi membuat
bakteri mudah ditelan makrofag (11).

Terkadang, protein tadi langsung membunuh bakteri dengan merobek dinding
selnya (12). Makrofag pembersih kemudian membersihkan seluruh nodus
dari sisa-sisa pertempuran, menelan antibodi yang berserakan, bakteri
mati, dan puing-puing lain sampai infeksi itu hilang.


Ada sebuah kisah seorang anak laki-laki pada tahun 1971 yang terlahir tanpa kekebalan tubuh. Bagaimana jadinya?

Pada saat lahir, anak laki-laki yang sistem kekebalannya tidak
berkembang normal ini langsung ditempatkan di sebuah tenda plastik
steril. Tidak ada satu pun yang diperbolehkan masuk. Pasien itu dilarang
menyentuh manusia lainnya.

Ketika dia tumbuh besar, dia ditempatkan di tenda plastik yang lebih
besar. Untuk keluar dari tendanya, dia harus memakai seperangkat
peralatan yang dirancang khusus mirip pakaian astronot.

Mengapa bisa demikian? Jawabanya mudah, karena tanpa adanya sistem
kekebalan tubuh berarti tidak ada pasukan bersenjata di tubuhnya untuk
melindunginya dari musuh (penyakit, virus, bakteri).

Apa yang bakal terjadi jika dia memasuki lingkungan normal? Jawabannya
adalah, dia akan segera menderita flu, penyakit bersarang di
tenggorokannya, walau diberi antibiotik dan perlakuan medis lainnya, dia
akan menderita berbagai macam infeksi.

Tidak lama, perawatan medis akan kehilangan efek, berakibat pada
kematian anak laki-laki itu. Anak laki-laki itu hanya akan bisa hidup
beberapa bulan atau beberapa tahun di luar lingkungan yang aman
tersebut. Maka dunia anak laki-laki itu selamanya dibatasi oleh dinding
tenda plastiknya. Miris bukan?

Nah, Setelah beberapa waktu, dokter dan keluarganya menempatkan anak itu
di sebuah ruang yang betul-betul bebas hama yang dipersiapkan khusus di
rumahnya.

Akan tetapi, semua upaya ini tidak membuahkan hasil. Di awal umur belasan, anak itu meninggal ketika transplantasi tulang gagal.

Keluarganya, para dokter, staf rumah sakit tempat dia dirawat
sebelumnya, serta perusahaan farmasi, telah berusaha semampu mereka
untuk menjaga anak laki-laki tersebut bertahan hidup.

Walaupun mutlak segalanya sudah diupayakan, dan tempat tinggal anak
laki-laki itu selalu disuci-hamakan, kematiannya tidak dapat dicegah.

Akhir kisah ini memperlihatkan bahwa tidak mungkin bagi manusia untuk
bertahan hidup tanpa adanya sistem kekebalan yang melindungi mereka dari
mikroba. Hal ini membuktikan bahwa sistem kekebalan pastilah sudah ada
lengkap dan menyeluruh sejak manusia pertama.

Oleh karena itu, tidak masuk akal kalau sistem seperti itu berkembang
secara bertahap dalam selang waktu yang sangat lama sebagaimana
dinyatakan oleh teori evolusi.

Manusia tanpa sistem kekebalan, atau dengan sistem kekebalan yang tidak
berfungsi, akan segera meninggal seperti pada contoh kasus di atas.

Fakta menunjukkan bahwa kendati kita berusaha hidup dalam lingkungan
yang bersih, kita berbagi tempat ini dengan banyak mikroorganisme. Kalau
Anda berkesempatan mengamati ruangan tempat Anda duduk sekarang ini
dengan mikroskop, Anda segera akan melihat jutaan organisme yang hidup
bersama Anda.

Tubuh manusia diibaratkan sebagai “kastil yang terkepung musuh”,
disadari atau tidak, di permukaan kulit Anda terdapat jutaan
mikroorganisme jahat sedang mencoba menembus untuk masuk kedalam tubuh.

Kulit, yang menutupi seluruh tubuh manusia layaknya selubung, penuh
dengan sifat yang menakjubkan. Kulit mampu memperbaiki dan memperbarui
diri, air tidak dapat menembusnya, meskipun banyak pori-pori kecil di
permukaannya, padahal ia berfungsi membuang air lewat proses perspirasi.


Strukturnya yang luar biasa lentur, memungkinkan gerakan bebas, padahal ia cukup tebal sehingga tidak mudah robek.

Kulit mampu melindungi tubuh dari panas, dingin, dan sinar matahari yang
merugikan. Kesemuanya itu hanyalah sedikit sifat kulit yang khusus
diciptakan untuk manusia.

Di sini, kita berhadapan dengan sifat khusus dari kertas pembungkus
ajaib ini. Kemampuannya untuk melindungi tubuh dari mikroorganisme
penyebab penyakit. Jika tubuh dianggap sebagai kastil yang dikepung
musuh, kita bisa menyebut kulit sebagai dinding kastil yang kuat.



"Tungau debu" (gambar kanan) hanyalah satu dari jutaan organisme yang
hidup bersama manusia tetapi tidak dapat dilihat dengan mata telanjang.

Larva parasit yang sedang memasuki kulit manusia (gambar kiri).
Organisme ini berusaha mencapai pembuluh darah lewat kulit, dan berdiam
di pembuluh ini untuk memperbanyak diri.

Ia menggunakan taktik luar biasa agar lolos dari pasukan pertahanan
tubuh, seperti menyamarkan diri dengan materi yang dirobeknya dari sel
tuan rumah.


Respon pertahanan pertama organisme melawan penyerangnya yang berbahaya
adalah perbaikan sendiri yang cepat dari jaringan kulit setelah
munculnya luka. Gambar diatas menunjukkan, ketika luka mencabik kulit,
sel-sel pertahanan dengan segera bergerak ke daerah luka untuk memerangi
sel asing dan membuang sisa-sisa jaringan yang terganggu.

Kemudian, sejumlah sel pertahanan lainnya meningkatkan produksi fibrin,
yaitu protein yang dengan cepat menutupi kembali luka dengan jaringan
berserat. Gambar tersebut adalah gambar fibrin yang sudah menyelubungi
beberapa sel darah merah.


Di atas adalah gambar penampang melintang kulit. Tetesan keringat yang
dikeluarkan dari kulit memainkan berbagai peran bagi tubuh.

Selain menurunkan suhu tubuh, mereka menyediakan zat gizi bagi bakteri
dan jamur tertentu yang hidup di permukaan kulit, dan menghasilkan bahan
sisa bersifat asam seperti asam laktat yang membantu menurunkan tingkat
pH (keasaman) kulit.

Media bersifat asam di permukaan kulit ini menciptakan lingkungan yang
tidak bersahabat bagi bakteri berbahaya yang mencari tempat tinggal.


Gambar diatas merupakan tampak dekat dari jalan masuk kelenjar keringat.
Di sini, juga, Anda akan mendapati bakteri seperti di tempat lain di
kulit.


Gambar ini, yang diperbesar 5.900 kali, memperlihatkan sel-sel di
trakhea (biru). Mereka menggunakan kelenjar mereka (kuning) untuk
mensekresikan suatu senyawa yang terjebak di partikel-partikel udara.


Pada gambar ini, Anda dapat melihat makrofag yang berlokasi pada
jaringan paru-paru. Mereka mengeliminasi partikel debu di udara yang
kita hirup.


Perlindungan di dalam Sistem Pernapasan

Salah satu jalan yang dilalui musuh untuk memasuki tubuh kita adalah
saluran pernapasan. Ratusan macam mikroba, yang ada di udara yang kita
hirup, berusaha memasuki tubuh lewat jalur ini.

Namun, mereka tidak mengetahui adanya halang rintang di dalam hidung yang diciptakan untuk melawan mereka.

Sekresi khusus pada lendir hidung menahan dan menyapu sekitar 80-90%
mikroorganisme yang berhasil memasuki sistem pernapasan secara langsung
atau lewat partikel debu atau substansi lain.

Selain itu, bulu halus (cilia) di permukaan sel-sel saluran pernapasan
berdiri tegak, menimbulkan aliran yang membawa partikel asing ke
kerongkongan untuk kemudian tertelan dan dihancurkan oleh asam dalam
lambung. Refleks batuk dan bersin mempermudah fungsi ini.

Mikroba yang berhasil mengatasi rintangan ini dan sampai di alveoli
(paru-paru, bronkus, dan gingiva) akan ditelan oleh fagosit. Setelah
tahap ini, fagosit bergerak bersama mikroba yang telah mereka telan
untuk akhirnya dibuang dari tubuh dengan cara berbeda.

Setiap kali Anda bernapas, sebagaimana yang Anda lakukan sekarang, ada perang yang berkobar di gerbang perbatasan tubuh Anda.

Suatu proses yang sama sekali tidak Anda sadari. Penjaga di gerbang itu
bertempur melawan musuh hingga tetes darah penghabisan untuk melindungi
kesehatan Anda.


Perlindungan di dalam Sistem Pencernaan

Sarana lain bagi mikroba untuk memasuki tubuh adalah makanan kita. Akan
tetapi, penjaga di tubuh kita, yang mengetahui metode yang dipakai
mikroba ini, menunggu mereka di daerah tempat berakhirnya makanan, yaitu
lambung.

Mereka selalu mempunyai kejutan untuk mikroba yang datang, yaitu asam
lambung. Asam ini merupakan kejutan yang tidak menyenangkan bagi para
mikroba yang sudah berhasil lolos dari rintangan dan sampai di lambung.
Mayoritas mikroba, dikalahkan oleh asam ini.

Namun, Sebagian mikroba mungkin berhasil selamat dari jebakan asam ini
karena mereka tidak terlalu berkontak dengan asam lambung, atau karena
mempunyai daya tahan.

Namun, mikroba ini kembali menghadapi konflik selanjutnya dengan penjaga
lain yang berada di jalur mereka. Kini, kejutan lain berada di hadapan
mereka: enzim pencernaan yang dihasilkan di usus halus. Kali ini, mereka
tidak dapat lolos dengan mudah.

Seperti yang sudah kita lihat, tubuh manusia memiliki penjaga yang
diciptakan khusus, yang melindungi tubuh manusia dalam setiap tahap
serangan mikroba.

Lalu ada sejumlah pertanyaan penting yang muncul dari kajian ini. Siapa
yang mengenali bahwa mikroba yang tinggal di luar akan berusaha memasuki
tubuh lewat makanan, rute apa yang dilalui makanan, bagaimana mikroba
akan dihancurkan di tujuan akhir, ke mana mereka akan pergi kalau mereka
berhasil lolos dari rintangan ini?

Dan bagaimana kalau mereka berhadapan dengan musuh yang lebih kuat
seperti itu? Apakah yang melakukan itu semua adalah sel tubuh, yang
tidak pernah keluar dari tubuh, dan karenanya tidak berkesempatan
mempelajari penyusun kimia mikroba yang ada di luar, dan lebih dari itu,
tidak menerima pelatihan apa pun tentang kimia?

Tentu saja tidak. Hanya Allah, yang menciptakan dunia eksternal serta
makanan di dunia ini, dan tubuh yang memerlukan makanan tersebut, serta
sistem untuk mencerna makanan ini, mampu menciptakan sistem pertahanan.


Menghancurkan Musuh dengan Musuh Lain

Banyak mikroorganisme lain yang hidup dalam tubuh manusia tidak
merugikan kita. Organisme apa yang terus hidup tanpa merugikan kita, dan
apa tujuan mereka tinggal di tubuh kita?

Kelompok mikroorganisme ini, yang berkumpul di bagian-bagian tubuh
tertentu, disebut flora normal tubuh. Mereka tidak merugikan dan bahkan
sebagiannya menguntungkan bagi tubuh manusia.

Mikroorganisme ini memberikan dukungan eksternal bagi pasukan pertahanan
melawan mikroba. Mereka bermanfaat bagi tubuh dengan mencegah mikroba
asing berdiam di tubuh, karena masuknya mikroba lain merupakan ancaman
bagi tempat tinggal mereka sendiri.

Karena mereka tidak ingin digusur oleh penyerang, mereka dengan gigih
melawannya. Kita bisa membayangkan mikroorganisme ini sebagai "tentara
bayaran" yang bertempur demi tubuh kita.

Mereka berusaha melindungi tempat hidup mereka demi kepentingan mereka
sendiri. Dalam melakukan itu mereka melengkapi pasukan bersenjata
lengkap di tubuh kita.

Bagaimana cara "tentara bayaran" ini menetap di tubuh kita? Selama
berada di dalam rahim, embrio manusia belum pernah bertemu dengan musuh.


Setelah kelahiran, sang bayi berkontak dengan lingkungan, dan banyak
sekali mikroba memasuki sang bayi lewat asupan makanan dan melalui
saluran pernapasan.

Sebagian mikroba langsung mati seketika, sementara yang lainnya dibinasakan sebelum berkesempatan berdiam di tubuh. perspirasi

Akan tetapi, sebagian lagi, menetap di berbagai bagian tubuh seperti
kulit, lipatan kulit, mulut, hidung, mata, saluran pernapasan bagian
atas, saluran pencernaan, dan alat kelamin. Mikroba ini membentuk koloni
permanen di lokasi tersebut dan merupakan flora normal tubuh.




Terdapat ratusan bakteri di dunia. Pada gambar di atas Anda bisa melihat hanya sedikit di antaranya.


Antibodi





Antibodi merupakan senjata yang tersusun dari protein dan dibentuk untuk
melawan sel-sel asing yang masuk ke tubuh manusia. Senjata ini
diproduksi oleh sel-sel B, sekelompok prajurit pejuang dalam sistem
kekebalan.

Antibodi akan menghancurkan musuh-musuh penyerbu. Antibodi mempunyai dua
fungsi, pertama untuk mengikatkan diri kepada sel-sel musuh, yaitu
antigen. Fungsi kedua adalah membusukkan struktur biologi antigen
tersebut lalu menghancurkannya.

Berada dalam aliran darah dan cairan non-seluler, antibodi mengikatkan
diri kepada bakteri dan virus penyebab penyakit. Mereka menandai
molekul-molekul asing tempat mereka mengikatkan diri.

Dengan demikian sel prajurit tubuh dapat membedakan sekaligus
melumpuhkannya, layaknya tank yang hancur dan tak dapat bergerak atau
melepaskan tembakan setelah dihantam rudal saat pertempuran.

Antibodi bersesuaian dengan musuhnya (antigen) secara sempurna, seperti
anak kunci dengan lubangnya yang dipasang dalam struktur tiga dimensi.

Tubuh manusia mampu memproduksi masing-masing antibodi yang cocok untuk hampir setiap musuh yang dihadapinya.

Antibodi bukan berjenis tunggal. Sesuai dengan struktur setiap musuh,
maka tubuh menciptakan antibodi khusus yang cukup kuat untuk menghadapi
si musuh. Hal ini karena antibodi yang dihasilkan untuk suatu penyakit
belum tentu berhasil bagi penyakit lainnya.

Membuat antibodi spesifik untuk masing-masing musuh merupakan proses
yang luar biasa, dan pantas dicermati. Proses ini dapat terwujud hanya
jika sel-sel B mengenal struktur musuhnya dengan baik. Dan, di alam ini
terdapat jutaan musuh (antigen).

Hal ini seperti membuat masing-masing kunci untuk jutaan lubang kunci.
Perlu diingat, dalam hal ini si pembuat kunci harus mengerjakannya tanpa
mengukur kunci atau menggunakan cetakan apa pun. Dia mengetahui polanya
berdasarkan perasaan.

Adalah sulit bagi seseorang untuk mengingat pola kunci, walau cuma satu.
Jadi, apakah mungkin seseorang mampu mengingat desain tiga dimensi dari
masing-masing kunci yang sesuai untuk membuka jutaan lubang kunci?
Tentu saja tidak.

Akan tetapi, satu sel B yang sedemikian kecil untuk dapat dilihat oleh
mata, menyimpan jutaan bit informasi dalam memorinya, dan dengan sadar
menggunakannya dalam kombinasi yang tepat.

Tersimpannya jutaan formula dalam suatu sel yang sangat kecil merupakan
keajaiban yang diberikan kepada manusia. Yang tak kurang menakjubkan
adalah bahwa kenyataannya sel-sel menggunakan informasi ini untuk
melindungi kesehatan manusia.

Satu sel B menggandakan antibodi spesifiknya dan mencantolkannya ke
permukaan luar membran selnya. Antibodi memanjang keluar seperti jarum,
aerial yang sudah menyesuaikan diri menunggu berkontak dengan sekeping
protein tertentu yang bisa mereka kenali.

Antibodi tersebut terdiri dari dua rantai ringan dan dua rantai berat asam amino yang bersambungan dalam bentuk Y.

Bagian tetap dari rantai itu sama di pelbagai jenis antibodi. Tetapi
bagian bergerak ujung lengan masing-masing mempunyai rongga berbentuk
unik yang tepat sesuai dengan bentuk bagian protein yang "dipilih"
antibodi.

Setelah digandakan sampai jutaan, sebagian besar sel B berhenti membelah
dan menjadi sel plasma, jenis sel yang bagian dalamnya berisi alat
untuk membuat satu produk antibodi.

Sebagian sel B lain membelah terus tak berhingga, dan menjadi sel
memori. Antibodi bebas yang dibuat oleh sel plasma berkeliling di darah
dan cairan limpa.

Ketika antibodi mengikatkan diri pada antigen sasarannya, bentuknya
berubah. Perubahan bentuk inilah yang membuat antibodi "menempel" di
bagian luar makrofag.


Organ-Organ yang terlibat dalam sistem pertahanan

1. Sumsum Tulang

Pabrik pembuat sel penting tersebut adalah sumsum tulang. Hebatnya, dari pabrik ini dihasilkan berbagai jenis sel yang berbeda.

Sejumlah sel yang dihasilkan di sini berperan dalam produksi fagosit,
sebagian lainnya berperan dalam penggumpalan darah, dan sebagian lainnya
lagi dalam penguraian senyawa. Di samping dari segi strukturnya,
sel-sel ini juga berbeda dalam fungsinya.



2. Timus

Menurut pengamatan biologis, timus tampak seperti organ biasa tanpa
suatu fungsi khusus. Namun demikian, jika dikaji secara rinci,
pekerjaannya sangatlah menakjubkan. Di dalam timuslah limfosit mendapat
semacam pelatihan. Sel-sel limfosit ini mendapat pelatihan di timus.



3. Limpa

Tugas limpa, seperti berkontribusi pada produksi sel, fagositosis,
perlindungan sel darah merah, dan pembangunan kekebalan, sangat penting
sekaligus sulit.

Tentu saja, limpa juga hanya segumpal daging, sama seperti organ-organ
lainnya. Namun ia menunjukkan kinerja dan tingkat kecerdasan tak terduga
dari sekadar segumpal daging.

Ia meng-organisasikan segalanya, tidak membiarkan terjadinya masalah,
dan juga bekerja tanpa istirahat. Sesungguhnya limpa bekerja untuk
manusia dengan sangat giat sejak manusia lahir, dan akan terus-menerus
seperti itu selama masih dikehendaki demikian oleh Allah.



4. Nodus Getah Bening (Limfa)

Cara kerja sistem ini adalah sebagai berikut: Cairan getah bening dalam
pembuluh limfatik menyebar di seluruh tubuh dan berkontak dengan
jaringan yang berada di sekitar pembuluh limfatik kapiler.

Cairan getah bening yang kembali ke pembuluh limfatik sesaat setelah
melakukan kontak ini membawa serta informasi mengenai jaringan tadi.

Informasi ini diteruskan ke nodus limfatik terdekat pada pembuluh
limfatik. Jika pada jaringan mulai merebak permusuhan, pengetahuan ini
akan diteruskan ke nodus limfa melalui cairan getah bening.

Jika setelah pengamatan atas sifat-sifat musuh ini terdeteksi adanya
bahaya, maka dikeluarkan tanda bahaya. Pada tahap ini, di nodus limfa
dimulailah produksi limfosit dan sel prajurit lainnya dengan sangat
cepat.

Setelah tahap produksi, prajurit baru diangkut ke garis depan medan
perang. Prajurit baru ini berjalan dari nodus limfa ke pembuluh limfatik
melalui cairan getah bening.

Mereka berdifusi ke dalam aliran darah dari pembuluh limfatik, dan
akhirnya sampai di medan perang. Inilah sebabnya nodus getah limfa pada
daerah yang terinfeksi membengkak terlebih dahulu. Hal ini menunjukkan
bahwa produksi limfosit pada daerah tersebut meningkat.



Sel yang bertugas dalam sistem

Sangat banyak sel-sel yang bertugas dalam sistem imun ini, salah satunya
adalah Sel T yang unik, dan Sel T di bagi jadi beberapa jenis yaitu :

1. Sel T Penolong

Sel ini dapat dianggap sebagai administrator di dalam sistem pertahanan.
Pada tahap-tahap awal perang, ia menguraikan sifat-sifat sel asing yang
diabsorpsi oleh makrofag dan sel penangkap antigen lainnya.

Setelah menerima sinyal, mereka merangsang sel T pembunuh dan sel B
untuk melawan. Stimulasi ini menyebabkan sel B memproduksi antibodi.

Sel T pembunuh menyekresikan molekul yang disebut limfokin untuk
merangsang sel lain. Molekul ini menghidupkan tombol pada sel lain dan
mulai menyalakan alarm perang.


Kemampuan sel T penolong menghasilkan molekul yang meng-aktivasi molekul lain, merupakan proses yang penting.

Pertama, produksi molekul ini berhubungan dengan strategi perang yang
akan datang. Jelas sel T tidak dapat membuat strategi itu sendiri. Jelas
pula bahwa strategi ini tidak datang hanya dengan suatu kebetulan
belaka.


Lagipula, mengembangkan strategi belumlah cukup. Molekul di dalam sel,
yang akan menyalakan tombol untuk memulai produksi pada sel lain, harus
disintesis dengan tepat.

Untuk itu, dia harus betul-betul tahu mengenai struktur kimia sel lawan.
Satu kesalahan saja pada produksi molekul ini akan melumpuhkan
keseluruhan sistem pertahanan.

Ini karena suatu pasukan tanpa suatu komunikasi akan dimusnahkan bahkan sebelum pasukan ini menyiapkan pertahanannya.



2. Sel T Pembunuh

Sel T pembunuh adalah unsur paling efisien dalam sistem pertahanan.
Namun demikian, ada kasus saat antibodi tidak dapat mencapai virus yang
telah menyerang suatu sel. Untuk kejadian seperti ini, sel T pembunuh
membunuh sel yang sakit yang telah diserang oleh virus.

Pengamatan seksama mengenai cara sel T pembunuh membunuh sel yang sakit
menyingkapkan suatu seni dalam penciptaan dan suatu kearifan yang sangat
agung.

Sel T pembunuh terlebih dahulu harus membedakan antara sel normal dan sel yang di dalamnya terdapat musuh yang bersembunyi.

Sel T pembunuh mengatasi masalah ini dengan bantuan sistem molekul KSU
yang telah ada padanya. Ketika mereka melihat sel yang telah diserang,
mereka menyekresikan suatu bahan kimia.

Sekresi ini melubangi membran sel dengan cara berbaris berdampingan
sangat berdekatan dalam suatu lingkaran. Selanjutnya sel mulai bocor dan
sel mati.

Sel T pembunuh menyimpan senjata ini dalam bentuk granular. Dengan demikian senjata kimia ini selalu siap digunakan.

Para ilmuwan takjub ketika menemukan kenyataan bahwa sel memproduksi
senjatanya sendiri dan menyimpannya untuk digunakan pada masa yang akan
datang. Bahkan lebih menakjubkan lagi adalah rincian cara sel ini
memanfaatkan senjata kimianya.

Ketika musuh mendekati sel tuan rumah, mikrogranular ini bergeser ke
ujung sel searah dengan musuh. Kemudian mikrogranular menyentuh membran
sel, melebur ke dalamnya, dan sambil mengembangkan ukurannya,
mikrogranular melepaskan zat yang ada di dalamnya.

Penjelasan diatas hanya sekelumit keajaiban sistem pertahanan tubuh
manusia atau sistem imun. Masih banyak keajaiban mengenai sistem imun
pada makhluk hidup baik yang sudah terungkap maupun masih menjadi
misteri yang membuat para ilmuan masih penasaran tentang kehebatan
sistem imun yang diberikan oleh Allah Sang Pencipta kepada makhluknya.

Sumber :
sourceflame.blogspot.com
avatar
Admin
Administrator
Administrator

Jumlah posting : 60
Join date : 04.07.11

Lihat profil user http://bizbaz.snob.tv

Kembali Ke Atas Go down

Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik